Jumat, 02 Agustus 2013

Cahaya Bulan

Akhirnya semua akan tiba  Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu ?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah MANDALAWANGI
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah engkau masih membelaiku semesra dahulu ?
Ketika ku dekap...kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat...

Apakah engkau masih akan berkata..
"Ku dengar dekap jantungmu"
Ketika begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam "CINTA"

Soe Hok Gie

Kamis, 01 Agustus 2013

Menanti Senja

Dari balik tirai aku duduk memandangi langitMU yang biru
Menanti senja mengubah langitMU menjadi jingga
Kuperhatikan seluruh langitMU,tak ada cacat dalam ciptaanMU
Kalaupun ada yang cacat itu hanya sebatas pandanganku yang tak mampu menjangkaunya.

Awan saling bekejaraan,mereka seolah asyik menikmati hembusan udara di atmosferMU
Burung-burung berterbangan membentuk satu formasi
Formasi yang akan mengatarkan mereka menuju tempat peristirahatan.

Tak kuasa diriku terus memandangi indahnya langitMU beserta segala ciptaanMU yang ada di atasnya
Betapa Maha Sempurna ciptaanMU
Saking sempurnanya aku lupa berucap syukur atas nikmat umur yang Engkau berikan hingga saat ini

Bilik Renungan

Ukuranmu memang sempit tapi kamu memiliki beribu manfaat di antara ruang-ruang yang di bilik-bilik rumahku. Entah apa jadinya jika engkau tak di lahirkan dalam bilik rumahku. Di saat subuh menjemput kau tempat paling sering ku singgahi. Bukan hanya sekedar singgah tapi bisa jadi kau tempat yang paling lama aku tongkrongin.

Bukan pula hanya sekedar nongkrong,tapi dari ruangmu yang sempit itulah kadang aku menemukan pemecahan untuk masalah kerjaan,game yang ku mainkan,sampai masalah kehidupan sosialku (baca:cinta,penghalusan kata..hehe). Saat lupa dengan suatu kerjaan atau lupa meletakkan barang di di bilik renungan ini bisa membuat memory otakku yang statusnya tadi LOW bisa jadi STRONG. Bahkan Tulisan yang aku buat hari ini saja hasil dari nongkrong di bilik renungan.

Saat aku mulai larut dengan hiruk pikuk,gegap gempita hidup aku tak pernah  absen untuk sejenak merenung di tempatmu. Kau memang tempat merenung,berimajinasi,berekspresi yang paling handal yang manusia pernah  ciptakan di abad ini. You are my favorite room...^_^
 
Dibagian lain di bilik renungan ini saya punya cerita kalau teman saya pernah sampai tertidur selama 15 menit,ini fakta loh. Ternyata,Selain jadi tempat renungaan,bilik ini bisa juga tempat tidur yang nyaman bua teman saya.

Day - 1 #Ceritadalamkamar

Rabu, 31 Juli 2013

Akhirnya menangis....

Beberapa minggu ini mencoba dan memaksakan diri untuk menangis. Anehkan ?diri lagi happy,setelah di guyur THR,malah minta nangis..itulah sigit..hehe
Pernah baca di artikel milik kek jamilazzaini,jika dirimu sulit menangis ketika ingat maksiat yang kamu perbuat,itu pertanda hatimu mulai sombong. Kurang lebih seperti itu isi artikelnya.
Sudah hampir 2 minggu aku mencoba untuk menangis di setiap sujud dan doaku tapi tak kunjung juga menangis.
Tapi hari ini tanpa sengaja membuka blog yang aku kelola dimana di blog itu ada list blog sahabatku putri aditya yang mana judul tulisannya berjudul flash back. Dia banyak bercerita tentang masa lalunya  saat harus berjatuh berkali-kali untuk ganti pekerjaannya yang sekarang,dan sampaimsekarang pun beliau masih berusaha..hehe
Di bagian cerita yang lain pun beliau bercerita tentang kehidupannya after pernikahan yang sudah menginjakkan bulan ke 8 tapi belum dapat amanah untuk mengandung titipan Allah. Namun, Allah Maha pengasih dan Penyayang menggantikannya dengan hadiah yang lain pada bulan Mei ternyata beliau di undang oleh Allah untuk bertamu ke rumahnya...yahhh beliau berangkat Umroh. Cerita bahagia pun belum usai sampai disitu 2 bulan setelah Umroh,Allah memberikan hadiah yang paling beliau nantikan,calon bayi..akhirnya beliau dapat amanah untuk mengandung seorang bayi.subhanallah...
Inilah sebagian cerita yang membuat saya hari ini bisa menestakn air mata. Sungguh pengalaman masa lalu beliau membuat hati ini tersentuh. Di dalam tulisannya beliau berpesan "semua ada waktunya kawan". Hmm,,,saya bisa menarik kesimpulan hal yang buat saya sulit untuk menangis 2 minggu ini saya kurang bersabar,sombong dan kurang bersyukur atas berbagai nikmat dan karunia yang telah Allah berikan pada hamba.
“Terima kasih ya Allah, hari ini saya sudah bisa menangis lagi. Semoga ini bukan air mata buaya tetapi pertanda bahwa kepekaan di dalam hati hamba kembali bekerja…”

Muliakanlah Ibumu


Kemarin malam istri saya bercerita tentang seorang yang hidup di masa Nabi bernama Al-Qomah. Ketika hendak meninggal, lelaki ini sangat sulit dibimbing untuk menyebut nama Allah. Selama beberapa hari ia sekarat dan sangat tersiksa. Karena kasihan dan tak tega melihat kondisi Al- Qomah akhirnya para sahabatnya meminta Nabi
untuk membimbing Al-Qomah menyebut nama Allah. Berulang kali Nabi membimbing namun tak jua berhasil. Akhirnya Nabi bertanya, “Apakah dia masih punya ibu?” Para sahabatnya menjawab, “Masih, ya Rasul.”

Maka nabi memerintahkan, “Panggil ibunya kemari.” Tidak berapa lama kemudian seorang wanita tua datang ke rumah Al-Qomah. Nabi kemudian bertanya, “Apakah benar lelaki ini anakmu?” Sang ibu menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Nabi melanjutkan, “Apakah dia mempunyai kesalahan kepadamu?” Ibu itu menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Maka segera Nabi berkata, “Maafkanlah dia.” Wanita itu menukas, “Tidak, ya Rasulullah.” “Apakah salah anakmu kepadamu sehingga kau amat sulit memaafkan?” tanya Nabi. Dengan terisak wanita itu menjawab, “Dulu dia hidup bersamaku, kemudian kami nikahkan, setelah menikah diapun tinggal bersamaku. Tapi dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan aku. Pernah ia membeli baju untukku dan untuk istrinya. Baju untuk istrinya jauh lebih baik dibandingkan baju yang diberikan kepadaku.
Mendengar jawaban tersebut Nabi tetap meminta, “Maafkanlah anakmu.” Namun wanita itu pun tetap berkeras tidak bersedia memaafkan. Akhirnya, Nabi memerintahkan para sahabatnya mengumpulkan kayu bakar. Melihat hal itu, wanita tua itu bertanya,“Buat apa kayu bakar itu, ya Rasulullah?”

Segera Nabi menjawab, “Untuk membakar anakmu. Daripada ia kesakitan dan kesulitan menghadapi sakaratul mautnya lebih baik aku bakar.”Wanita itupun akhirnya berkata, “Jangan, ya Rasulullah. Kini aku telah memaafkan anakku.” Nabi menegaskan, “Benar kau telah memaafkan anakmu?” Wanita itupun menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Akhirnya Rasulullah mendekati Al-Qomah dan berkata, “Wahai Al-Qomah, ibumu telah memaafkanmu, ikutilah ucapanku, Laillahhailallah Muhammadar Rasulullah.” maka seketika itu Al-Qomah bisa mengikuti ucapan Nabi. Dan, begitu ia selesai mengikuti ucapan Nabi, meninggalah Al-Qomah.Istriku menutup cerita itu dengan berkata,“Seorang ibu haruslah lebih diprioritaskan dibandingkan istrinya.”

Salam SuksesMulia!

Sumber:www.jamilazzaini.com

Delapan minggu setelah pergi dari kehidupanmu....

Aku pernah jadi yang paling respek terhadapmu. Aku pernah menjadi orang yang paling menjagamu saat jemariku masih erat menggenggam jemarimu. Kita  pernah pula merasa bahwa yang aku dan kamu jalani adalah yang selama ini kita cari-cari, kebahagiaan yang nyata meskipun kita berada jauh di tempat berbeda.

Sudah lewat delapan minggu sejak aku memutuskan untuk pergi dalam kehidupanmu setelah aku tahu segala usaha yang telah aku kerahkan belum menampakkan hasil seperti yang ku harapkan. Namun,entah mengapa ingatanku masih sangat tajam mengenang kita yang dulu pernah ada. Aku pernah kaubuat tertawa dalam setiap canda kita, dalam setiap pesan singkat, dalam setiap
sambungan telepon, dan dalam setiap tatap mata. Saat
itu, aku percaya bahwa kamulah yang kelak akan menjadi orang yang pertama kulihat saat aku membuka mataku di waktu subuh. Serta membuka pikiranku dan perasaanku tentang cinta,bahwa cinta tak selalu luka dan dusta. Hadirmu membuat aku percaya, bahwa kita sedang menuju bahagia, aku dan kamu sedang dalam perjalanan menuju ujung pencarian kita. Tapi, akupun yang selalu bicara tentang cinta; ternyata bisa juga salah.

Aku salah mengartikan semuanya. Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan tulus untukku. Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku. Aku menduga bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta. Kekuatan cinta yang kelak mempertemukan kita di sebuah wadah yang namanya surga. Ah, aku begitu cepat menduga. Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka. Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya fatamorgana di teriknya siang.
Dalam pikiranmu aku menerka, kau menganggap diriku sebagai medan permainanmu, tempat kau melarikan kekesalan pada masa lalumu. Tak pernahkah kau berpikir apa yang kau lakukan terhadapku, pernah juga kau alami dengan mantan yang meninggalkanmu begitu saja, meninggalkan untuk pergi bersama wanita lain ke pelaminan. Saya mengira kau pernah merasakan sakitnya. Apakah ini bentuk balasanmu untuk aku terhadap kasih masa lalumu yang tak berbalas.

Setelah aku memutuskan untuk menghilang dari kehidupanmu, kamu tak pernah lagi hadir untuk menjalin komunikasi. Bahkan untuk sekadar tahu kabarku, bahkan untuk sedikit saja menyapaku; kamu tak mau. Aku menunggu saat-saat aku dan kamu bisa melebur jadi
satu. Saat aku dan kamu melupakan perbedaan kita, saat-saat aku tak peduli berapa sering kau mendustaiku, saat aku tak peduli dengan rasa sakit saat kau mencoba menduakanku. Aku sudah berada dalam titik itu, tapi kauterus diam, tak ingin kuajak berjalan dan melangkah terlalu jauh. Jika selama ini semua terasa begitu manis, mengapa kauberikan aku sesuatu yang sangat pahit di akhir, sayang ?

Delapan minggu setelah aku menjauh darimu.Tak banyak berubah. Langitku masih sama, mendungku masih ada. Ingatanku masih keram. Kamu datang dan pergi sesuka hati, membiarkanku jadi penonton dalam dramamu. Kamu berganti-ganti topeng sesuka hati,
membiarkanku kebingungan membedakan dirimu yangnsesungguhnya masih begitu abu-abu.

Tak pantas lagi mengharapmu kembali di sisiku,kamu yang dulu ku pikir begitu baik, manis,santun dalam kata serta sopan dalam perilaku  sekarang jadi begitu sadis. kini kau sudah berganti wajah.
Aku tak paham wanita macam apa yang dulu kucintai. Ketololanku semakin lengkap ketika kutahu, kamu begitu mudah punya yang baru, sementara di sini aku masih sibuk menyembuhkan lukaku.
Di antara rasa lelah menunggu, di antara kesabaran
merindu; ternyata keimananku masih berani mengeja namamu
dalam setiap sujud dan doaku. Selamat delapan minggu,sayang. Semoga kelak kau temukan Imammu...

Secret Place,,31Juli2013

Minggu, 28 Juli 2013

Seberapa berhargakah seorang ISTRI ?

Seorang dosen melakukan permainan kecil kepada mahasiswanya yang telah berkeluarga dan meminta satu orang maju ke depan.
Dosen :" tuliskan 10 nama yang dekat dengan anda "
Lalu mahasiswa tersebut menuliskan 10 nama, disana ada nama tetangga,orang tua,teman kerja,sahabat,anak dan juga ISTRI nya dan seterusnya.
Dosen: silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya
Mahasiswa tersebut menghapus 3 nama yang ditulisnya tadi.
Dosen: hapus 2 nama lagi, sehingga  tinggallah 5 nama di papan tersebut.
Dosen:"Hapus 2 nama lagi"
Maka tersisalah 3 nama,yaitu orang tua,anak,dan istrinya.
Suasana kelas lalu menjadi hening,mereka berfikir semua sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba-tiba Dosen berkata :"silahkan coret  satu nama lagi"
Mahasiswa itu kemudian mulai mengambil satu keputusan yang sangat sulit dan menghapus  nama orang tuanya secara perlahan.
Belum selesai keterkejutan mahasiswa dalam ruang kelas
Dosen kembali mengatakan :"silahkann hapus 1 nama lagi"
Mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mulai menghapus nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang,dosen mulai bertanya :"kenapa kau tidak memilih orang tua mu yang telah melahirkan dan membesarkanmu,tidak juga memilih anak yang merupakan darah dagingmu sendiri,sedangkan istri dapat kau cari lagi.
Semua orang di dalam kelas tersebut terpana menunggujawaban dari mahasiswa tersebut. Lalu sang mahasiswa menjawab :"seiring waktu berlalu orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedangkan anak jika telah dewasa lalu menikah,setelah itu juga akan meninggalkan saya. Sedangkan yang benar-benar bisa menemani dalam hidup saya adalah iSTRI saya.  Orang tua dan anak bukanlah saya yang memilih, tapi TUHAN yang menganugerahkannya. Sedangkan Istri,sayalah yang memilih dari sekian banyak wanita yang ada di dunia ini.
Dari cerita di atas yang saya sadur dari tulisan teman di Path banyak pelajaran yang bisa di ambil buat saya pribadi. Dalam memilih pasangan harus lebih selektif dan melibatkan Tuhan dalam perkara memilih pasangan. Semoga kelak wanita yang menjadi pilihanku menjadi istri yang menemani seumur hidupku dan dari rahimnya melahirkan anak-anak soleh/soleha yang mampu jadi hafidz Al-Qur'an serta nantinya membangunkan sebuah bangunan indah di surga-MU.
Camba 20Ramadhan1434H